Jangan Jatuh dalam Perangkap: 5 Informasi yang Tak Boleh Diberikan kepada ChatGPT

bahaya chatGPT openAI


Jangan Jatuh dalam Perangkap: 5 Informasi yang Tak Boleh Diberikan kepada ChatGPT. Sebuah laporan dari BGR, Senin (10/7/2023), merangkum lima jenis informasi yang tidak boleh dibagikan kepada ChatGPT. Meskipun ChatGPT menawarkan kecerdasan buatan yang mengagumkan, kita perlu berhati-hati dengan data sensitif yang kita berikan ke platform ini. 

Berikut adalah informasi yang perlu kita jaga keamanannya:

1. Informasi Pribadi

Pertama-tama, hindari memberikan informasi pribadi yang dapat mengidentifikasikan diri Anda secara penuh. Hal ini termasuk nama lengkap, alamat, tanggal lahir, atau nomor jaminan sosial. 

Data pribadi tersebut dapat digunakan untuk melatih ChatGPT atau, dalam kasus terburuk, dapat disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penting untuk menjaga kerahasiaan data pribadi kita.

2. Username dan Password

Jangan pernah membagikan username dan password untuk login ke platform tertentu kepada ChatGPT. Hal ini dapat memberikan celah bagi pelaku kejahatan untuk masuk ke akun kita, terutama jika kita menggunakan kombinasi username dan password yang sama di berbagai layanan online. 

Gunakanlah aplikasi pengelola kata sandi seperti Proton Pass atau 1Password untuk menjaga keamanan data kita dengan lebih baik.

3. Informasi Keuangan

Hindari memberikan informasi keuangan kepada ChatGPT. OpenAI tidak memerlukan data seperti nomor kartu kredit atau rincian rekening bank pengguna, begitu pula dengan ChatGPT. 

Jika ada aplikasi yang mengaku sebagai klien ChatGPT dan meminta informasi keuangan, kemungkinan besar itu adalah malware. Selalu pastikan kita menggunakan aplikasi chatbot resmi.

4. Rahasia Pekerjaan

Sejumlah perusahaan teknologi telah membatasi atau bahkan melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan generatif di lingkungan kerja mereka. Contohnya, Samsung, Apple, dan Google telah menerapkan kebijakan ini. 

Sebelumnya, terungkap bahwa beberapa karyawan Samsung mengunggah kode ke ChatGPT saat peluncurannya, dan informasi rahasia tersebut akhirnya sampai ke server OpenAI. Jadi, hindarilah membagikan informasi rahasia terkait pekerjaan kepada ChatGPT.

5. Informasi Kesehatan

Meskipun kita mungkin ingin mencari informasi tentang gejala penyakit tertentu seperti yang kita lakukan di mesin pencari, penting untuk tidak memberikan detail informasi kesehatan kita kepada ChatGPT. Ini termasuk informasi tentang kesehatan mental. 

Meskipun di masa depan teknologi AI generatif mungkin dapat berperan sebagai psikolog pribadi, pada saat ini hal tersebut belum terwujud. Sebaiknya kita tidak membagikan informasi apa pun terkait kesehatan kita di dalam platform ini.

Baca juga: Bard Sudah Bisa Bahasa Indonesia! ChatCPT Kalah?

Dalam menghadapi ChatGPT atau platform serupa, kita harus berhati-hati dan tidak sembarangan memberikan informasi yang dapat membahayakan privasi dan keamanan kita. Dengan tetap waspada terhadap jenis informasi yang kita bagikan, kita dapat melindungi diri kita sendiri dari risiko penyalahgunaan atau kebocoran data yang tidak diinginkan.

Open AI sebagai pengembang ChatGPT memanfaatkan data yang dikumpulkan dari percakapan dan interaksi manusia untuk melatih kecerdasan buatannya. Data tersebut, meskipun dijaga dengan hati-hati oleh OpenAI, tetap rentan terhadap ancaman keamanan. 

Tidak ada jaminan bahwa data yang diberikan ke ChatGPT tidak akan disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk berhati-hati dalam berbagi informasi pribadi yang sensitif dengan platform ini.

Selain ancaman yang mungkin berasal dari pihak jahat, ada juga potensi risiko terkait penggunaan informasi oleh OpenAI sendiri. Meskipun OpenAI menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan informasi pribadi pengguna, data yang diberikan ke ChatGPT digunakan untuk melatih dan meningkatkan kecerdasan buatan mereka. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran etis tentang bagaimana informasi pengguna akan digunakan di masa depan. Informasi sensitif, seperti nomor rekening bank, nomor kartu kredit, atau kata sandi, adalah data yang sangat berharga bagi penjahat siber. 

Jika informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah, identitas pengguna chatbot dapat dicuri dan disalahgunakan. Oleh karena itu, pengguna harus senantiasa berhati-hati dan tidak mengungkapkan informasi sensitif kepada ChatGPT atau chatbot serupa.

Kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko ini. Saat menggunakan ChatGPT atau platform serupa, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga privasi dan keamanan data kita. 

Rangga Wibisana
Rangga Wibisana Rangga Wibisana adalah seorang reporter dan blogger yang memiliki fokus khusus dalam mengulas dunia dagdet. Di sini Dia berkomitmen memberikan informasi terkini seputar tren gadget, mengungkap permasalahan yang mungkin muncul, menyajikan solusi yang praktis, dan memberikan kiat-kiat berguna kepada pembaca. Dengan pengalaman yang cukup matang di bidang ini, Rangga Wibisana telah melacak perkembangan gadget dari waktu ke waktu dan menyelami industri ini dengan mendalam. Rangga telah bekerja sebagai reporter gadget selama beberapa tahun dan telah berinteraksi dengan berbagai perangkat dari berbagai merek terkemuka. Pengalaman ini telah memperkaya pengetahuan dan wawasannya tentang gadget, memungkinkannya untuk memahami secara mendalam bagaimana teknologi tersebut berfungsi dan apa yang menjadi tren terkini. Melalui tulisan-tulisannya, Rangga Wibisana berusaha memberikan ulasan yang akurat, obyektif, dan berimbang tentang dagdet. Dia selalu melakukan riset mendalam, menguji secara langsung perangkat, dan berbicara dengan para ahli dalam industri ini untuk memastikan informasi yang saya berikan dapat diandalkan dan berguna bagi pembaca.

Posting Komentar untuk " Jangan Jatuh dalam Perangkap: 5 Informasi yang Tak Boleh Diberikan kepada ChatGPT"