Bard Sudah Bisa Bahasa Indonesia! ChatCPT Kalah?

bard ai indonesia

Bard Sudah Bisa Bahasa Indonesia! ChatCPT Kalah? Google semakin menunjukkan keseriusannya dalam mengejar ketertinggalannya dari ChatGPT. Pada Februari 2023, Google meluncurkan chatbot genaratif yang dinamai Bard.

Sejak awal peluncurannya, chatbot berbasis AI ini telah digadang-dagang bakal menjadi penatang ChatGPT yang lebih dulu populer. Hanya saja, Bard baru tersedia dalam bahasa Inggris saja. Peluncurannya dilakukan terbatas untuk Amerika Serika dan Inggris.

Hampir lima bulan berselang, akhirnya Google mengumumkan kemajuan dari Bard. Pada 13 Juli 2023, chatbot tersebut semakin dimutakhirkan dengan mengadopsi kurang lebih 50 bahasa. 

Salah satu yang menggebirakan masyarakat tanah air tentu saja penggunaan Bahasa Indonesia pada Bard. Jadi saat ini Bard sudah bisa diperintah dengan Bahasa Indonesia sebagaimana ChatGPT.

Dalam Press Briefing yang berlangsung pada Kamis (13/7/2023), Amarnag Subramanya, VP Engineering Google, mengungkapkan bahwa saat ini Google telah mengembangkan kemampuan Bard untuk menggunakan lebih dari 40 bahasa, seperti bahasa Arab, China, Jerman, Hindi, Kanada, dan Spanyol.

Amarnag juga menyatakan pihaknya akan memastikan chatbox AI buatannya tetap sejalan dan bertanggung jawab terhadap kebijakan publik. Dengan menjaga privasi sebagai salah satu aspek inti dari Brad.

Selain itu, pihaknya akan terus menerima masukan dari pengguna produk tersebut dan terus meningkatkan produk Bard.

Selain penambahan bahasa, saat ini Bard mengklaim telah mampu menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, menulis berbagai konten kreatif, serta menjawab pertanyaan dengan informatif. Kendati demikian, chatbot pintar ini memberikan disclaimer jika dirinya masih dalam pengembangan dan bisa saja menampilkan informasi yang tidak akurat.

Perbedaan Bard dan ChatGPT

Bard dan ChatGPT adalah dua jenis sistem kecerdasan buatan (AI) yang berbeda yang dikembangkan oleh perusahaan yang berbeda pula. Meskipun keduanya berfungsi sebagai model bahasa yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pengguna, ada beberapa perbedaan penting antara keduanya.

Perbedaan utama antara Bard dan ChatGPT adalah model bisnis yang digunakan. Bard disediakan oleh Google secara gratis, sementara ChatGPT memiliki versi gratis dan versi premium. Pengguna harus membayar untuk menikmatif fitur-fitur premium pada ChatGPT. Sementara Bard, pengguna dapat menikmati semua fitur yang ditawarkan tanpa harus membayar biaya tambahan.

Selain itu, Bard juga menonjol karena kemampuannya untuk memberikan informasi aktual. Pengguna dapat meminta Bard untuk menjawab pertanyaan yang sedang terjadi saat itu, seperti mencari skor pertandingan sepak bola yang berlangsung semalam. 

Ini berbeda dengan ChatGPT yang memiliki batas pengetahuan hingga September 2021. Meskipun ChatGPT sangat andal dalam menjawab pertanyaan umum dan memberikan informasi yang relevan, ia tidak memiliki akses langsung ke data waktu nyata.

Namun, perlu diingat bahwa informasi yang diberikan oleh Bard maupun ChatGPT tetap bergantung pada data yang telah diakses sebelumnya. Meskipun Bard mungkin memiliki akses ke sumber data yang lebih baru, keduanya masih mengandalkan informasi yang telah dipelajari sebelumnya dan tidak memiliki pemahaman tentang peristiwa yang terjadi setelah data pelatihan mereka terakhir kali diperbarui.

Secara keseluruhan, Bard dan ChatGPT memiliki perbedaan dalam model bisnis dan kemampuan untuk memberikan informasi aktual. Bard tersedia secara gratis dan dapat memberikan informasi yang lebih mutakhir, sementara ChatGPT memiliki versi gratis dan premium serta batas pengetahuan yang lebih awal. Pilihan antara keduanya tergantung pada preferensi pengguna dan kebutuhan spesifik yang diinginkan dalam interaksi dengan model bahasa AI.

Apakah Bard Lebih Baik dari ChatGPT

Mempertentangkan keduanya sebenarnya tidak terlalu tepat. Masing-masing, baik Bard dan ChatGPT memiliki keunggulan yang berbeda.

Bard mengklaim lebih baik dalam memahami dan menanggapi pertanyaan dengan cara yang informatif. Bahkan, jika pertanyaan tersebut terbuka, menatang, dan aneh.

Bard juga mampu memanfaatkan mesin pencari Google untuk mengakses dan memproses informasi dari dunia nyata. Hal inilah yang memungkinkan Bard mampu menjawab pertanyaan atas kejadian yang relatif paling baru, akurat, dan komprehensif.

Walaupun hal serupa bisa dilakukan Bard, ChatGPT lebih unggul dari sisi kekreatifannya dalam menyajikan format teks. Walaupun yang serupa juga bisa dilakukanChatGPT merupakan model transformator generatif yang dilatih pada kumpulan data teks dan kode.

Sehingga, chatbox genartif milik OpenAI ini memiliki kemampuan lebih baik dalam menghasilkan format teks kreatif yang berbeda, seperti puisi, kode, skrip, karya musik, email, surat, dan lain-lain.

Rangga Wibisana
Rangga Wibisana Rangga Wibisana adalah seorang reporter dan blogger yang memiliki fokus khusus dalam mengulas dunia dagdet. Di sini Dia berkomitmen memberikan informasi terkini seputar tren gadget, mengungkap permasalahan yang mungkin muncul, menyajikan solusi yang praktis, dan memberikan kiat-kiat berguna kepada pembaca. Dengan pengalaman yang cukup matang di bidang ini, Rangga Wibisana telah melacak perkembangan gadget dari waktu ke waktu dan menyelami industri ini dengan mendalam. Rangga telah bekerja sebagai reporter gadget selama beberapa tahun dan telah berinteraksi dengan berbagai perangkat dari berbagai merek terkemuka. Pengalaman ini telah memperkaya pengetahuan dan wawasannya tentang gadget, memungkinkannya untuk memahami secara mendalam bagaimana teknologi tersebut berfungsi dan apa yang menjadi tren terkini. Melalui tulisan-tulisannya, Rangga Wibisana berusaha memberikan ulasan yang akurat, obyektif, dan berimbang tentang dagdet. Dia selalu melakukan riset mendalam, menguji secara langsung perangkat, dan berbicara dengan para ahli dalam industri ini untuk memastikan informasi yang saya berikan dapat diandalkan dan berguna bagi pembaca.

Posting Komentar untuk "Bard Sudah Bisa Bahasa Indonesia! ChatCPT Kalah?"