Menyibak Pesona Gili Labak, Surga Tersembunyi Di Sumenep Jawa Timur



Pantai Gili Labak di Sumenep, Jawa Timur ibarat permata terselinap yang mengagumkan dengan keelokan alamnya yang memikat. Sebuah pulau kecil yang secara administratif masuk ke dalam Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep. Posisinya berada di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran. 

Begitu tiba di pantai ini, Anda akan langsung disongsong oleh kenyataan yang penuh ketenangan dan kenyamanan. Pantai ini jadi surga terselinap di ujung timur Jawa, membuatnya menjadi lokasi terbaik untuk menghindar sementara waktu dari hingar-bingar rutinitas kehidupan. Anda bisa melihat bentangan pantai pasir putih yang halus, bawah laut yang memesona, dan matahari tenggelam yang tidak pernah bisa anda temui di kota metropolitan manapun.

Keelokan Alam Pantai Gili Labak

Luas Pulau Gili Labak kurang lebih sekitaran 5 hektar. Data terbaru per 2022, penghuninya tidak lebih dari 40 KK. Sebagian besar adalah Suku Madura. 

Pulau kecil ini merupakan satu dari sekitar 8 pulau yang terhampar mulai dari sisi tenggara hingga timur Kepulaun Madura. Walaupun  tidak begitu luas, bahkan bisa dikategorikan terkecil dibanding pulau-pulau di sekitarnya,  Gili Labak mempunyai bermacam panorama yang bagus untuk dieksplorasi. Disamping pantai pasir putih, ada rimba bakau yang teduh, dan terumbu karang yang elok di sekelilingnya.

Pesona Pasir Putih dan Air Laut yang Jernih

Langit biru yang ceria dan air laut yang jernih seakan-akan menjadi satu dengan pasir putih yang lembut dan halus di Pantai Gili Labak. Pada pijakan awal, Anda akan rasakan kesan halusnya pasir yang membalut telapak kaki Anda. Apabila Anda cari lokasi yang tenang untuk santai, Anda dapat duduk di atas pasir putih sekalian nikmati angin semilir yang mengenai paras Anda.

Keindahan Bawah Laut yang Mengagumkan

Bukan hanya keelokan di permukaan, Pantai Gili Labak menjajakan pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Dengan memakai snorkel atau menyelam, Anda akan masuk ke dunia yang penuh warna dan kehidupan yang luar biasa. 

Terumbu karang yang cantik dan ikan-ikan yang beragam jenis akan membawa Anda dalam penjelajahan yang tidak terlupakan. Anda akan kagum oleh kecantikan beraneka warna terumbu karang, dan barangkali jika mujur Anda bisa bertemu pari manta atau penyu yang lewat di sekitar mata Anda.
Ketenangan di Pinggir Pantai dan Rangkaian Pulau-Pulau Kecil

Menjauhi keramaian kota, Pantai Gili Labak tawarkan kedamaian yang luar biasa. Anda dapat duduk di pinggir pantai, rasakan pasir di sela-sela jari-jari kaki Anda, dan nikmati suara suara ombak yang tenang. Situasi yang tenang dan selaras akan membuat otak Anda jadi ringan dan jernih.

Disamping itu, pantai ini terbagi dalam beberapa rangkaian pulau kecil yang menambahkan daya tarik alamnya. Anda bisa sewa perahu kecil untuk menelusuri beberapa pulau itu dan mendapati sejumlah tempat terpendam yang eksotis. Ada beberapa pulau yang bisa jadi tempat kemping, hingga Anda bisa habiskan malam di tengah-tengah alam yang fresh dan alami.

Keelokan Matahari Tenggelam yang Mengagumkan

Tidak ada yang bisa menyamakan keelokan matahari tenggelam di Pantai Gili Labak. Saat senja datang, langit diliputi  beraneka warna yang mempesona, dimulai dari oranye hangat, merah muda, sampai ungu lembut. 

Anda dapat duduk di pantai, merasakan embusan angin halus, dan melihat matahari tenggelam dengan tenang dibalik cakrawala. Saat matahari terbenam, Anda akan rasakan ketenangan dan keelokan yang menakjubkan, seakan-akan alam sedang memberi pertunjukan spesial buat Anda.

Akses ke Pantai Gili Labak

Berkunjung ke Gili Labak sebenarnya bisa kapan pun. Namun jika Anda berharap mendapatkan pengalaman terbaik, sebaiknya Anda datang di bulan April atau September. Di bulan ini, cuaca cukup cerah, gelombang laut tenang, visibilitas bawah air yang baik untuk kegiatan snorkeling atau menyelam.

Untuk ke arah Pantai Gili Labak di Sumenep lumayan diperlukan effort. Tapi tenang saja, perjalanan ke lokasi ini akan sepadan dengan pesona yang hendak Anda temukan. Anda harus menggunakan transportasi laut untuk sampai ke Gili Labak.

Yang perlu diperhatikan adalah, Pantai Gili Labak buka atau bisa dikunjungi 24 jam. Namun, fasilitas penyebarangan perahu nelayan tidak setiap saat ada. 

Perjalanan Darat ke Dermaga Kalianget

Perjalanan ke arah Pantai Gili Labak diawali perjalanan darat ke Dermaga Kalianget. Jaraknya sekitaran 30 km dari pusat Kota Sumenep. Anda bisa menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau memakai moda umum seperti travel atau bis. 

Perjalanan ini akan membawa Anda menyusuri perdesaan  yang menyuguhkan panorama alam mengagumkan. Sesampai di Dermaga Kalianget, ada harus menyeberang ke Pelabuan Talango di Pulau Puteran. Jaraknya cukup dekat, hanya sekitar 756 meter saja.

Ada tiga kapal tongkang yang rutin beroperasi antar dua dermaga ini. Ongkos penyeberangannya cukup murah. Untuk satu orang dewasa hanya membayar Rp. 2.000. Belum termasuk ongkos penyeberangan kendaraan yang di bawa. Info lebih lebih detail jadwal keberangkatannya Anda bisa mengeceknya langsung di saat berada di Dermaga Kalianget.

Perjalanan Laut ke Pulau Gili Labak

Dari sini Anda berada di Pulau Puteran, dan meninggalkan Pulau Madura Induk. Kemuduan Anda masih harus melanjutkan lagi dengan perjalanan darat. Arahnya menuju ke Dermaga Kombang di ujung selatan Pulau Puteran. Jaraknya kurang lebih 15 km.

Semakin ke selatan, fasilitas angkutan akan semakin jarang. Belum lagi ketika anda harus menyebarang dari Dermaga Kombang menuju Pulau Gili Labak. Tidak ada jalur penyeberangan reguler yang beroperasi. Anda mesti menyewa perahu milik nelayan sekitar. Biaya sewanya sekitar 400ribu dan bisa dimuati sampai 20 orang. 

Anda beruntung jika bertemu rombongan pelancong lain yang sama-sama akan menuju Pulau Gili Labak. Ongkos penyebarang perahunya bisa ditanggung patungan. Namun, jika sendiri, maka Anda terpaksa harus menaggung biayanya sendiria. 

Sebenarnya ada cara yang lebih nyaman dan mudah. Yaitu dengan memanfaatkan jasa open trip yang bisa ditemui di Kota Sumenep. Mengutip informasi Kompas.com, ada jadwal open trip rutin mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIP untuk para traveler. Tarif open trip dari Kota Sumenep menuju Pulau Gili Labak hanya sekitar Rp. 150.000 per orang. Biaya tersebut sudah mencakup makan, tiket, serta sejumlah pelaratan yang dibutuhkan selama berwisata.

Perjalanan laut ini memerlukan waktu sekitaran 30-45 menit, bergantung pada keadaan kecepatan perahu dan cuaca. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 25-30 km.

Selama penyeberangan, Anda akan diperlihatkan panorama laut yang luar biasa dan pemandangan sejumlah pulau kecil yang menyebar disekitaran Pantai Gili Labak. Anda akan dibuat kagum oleh keelokan laut yang jernih dan beraneka warna terumbu karang yang menghias dasar laut.

Cermati Cuaca dan Berangkatnya Perahu

Harus diingat jika keadaan cuaca bisa mempengaruhi pemberangkatan perahu ke Pantai Gili Labak. Maka dari itu, dianjurkan untuk memonitor prediksi cuaca lebih dulu saat sebelum lakukan perjalanan. Tanyakanlah skedul pemberangkatan perahu ke warga situ atau ke penyedia jasa sewa perahu supaya Anda tidak terlewat saat waktu pemberangkatan.

Anjuran dan Persiapan

Saat sebelum pergi ke Pantai Gili Labak, ada sejumlah hal yang mesti Anda persiapkan dan lakukan. Bawalah peralatan pribadi seperti baju renang, handuk, kacamata hitam, skincare, dan peralatan snorkeling atau menyelam bila Anda merencanakan untuk menyusuri keelokan bawah lautnya.

Disamping itu, penting untuk menyiapkan uang cash dengan jumlah yang cukup, karena di pulau ini kemungkinan tidak ada sarana ATM.  Bawa juga perbekalan minuman dan makanan yang cukup, serta obat-obatan. 

Pulau Gili Labak bisa dibilang cukup terisolir. Jaraknya dari pulau induknya, Pulau Puteran cukup jauh. Sedangkan layanan umum seperti Kantor Polisi dan Puskesmas adanya di Pulau Puteran.

Alternatif Penginapan yang Nyaman

Pulau Gili Labak adalah pulau kecil yang belum banyak dikembangkan, sehingga tidak ada akomodasi resmi yang tersedia di pulau ini. Di kawasan Gili Labak tidak tersedia persewaan penginapan. Jika Anda memutuskan untuk menginap, solusinya:

Tenda Kemping

Salah satunya opsi yang biasanya dipilih para pelancong Pantai Gili Labak ialah kemping di pantai. Anda bisa bawa tenda sendiri atau sewa tenda dari warga setempat. Kemping di pinggir pantai akan memberi Anda pengalaman yang lebih intim dengan alam dan situasi malam yang menentramkan. 

Pastikan Anda bawa peralatan kemping yang cukup, seperti sleeping bag, matras, dan peralatan pendukung untuk kenyamanan Anda sepanjang bermalam.

Penginapan di Rumah Warga Sekitar

Bila Anda tidak ingin kemping, Anda bisa pertimbangkan untuk bermalam di rumah warga. Ada beberapa warga yang rumahnya bersedia diinapi oleh para pelancong, dengan tarif hemat di bawah Rp 100.000.

Hanya saja jangan berharap fasilitas lebih. Pemilik rumah biasanya cukup memberi tikar atau karpet sebagai alas tidur. Beruntung jika ada ranjang. Namun tidak jarang hanya lesehan di lantai saja. 

Mencari Penginapan di Sekitar Dermaga Kalianget.

Jika ingin mendapat penginapan yang lebih layak, Anda harus sudi melakukan perjalanan kembali ke Dermaga Kalianget. Namun hal ini pastinya tidak mudah jika anda melakukan perjalanan mandiri, mengingat sulitnya sarana transportasi umum.

Tidak jauh dari dermaga, ada sebuah losmen Bernama Baitul Kamul. Tarif per malamnya 100ribu jika belum naik. Untuk memesan kamar, Anda bisa menghubungi hotline (0328) 663099.

Dekat dari Terminal Kalianget, ada penginapan milik warga sekitar yang sering jadi langganan pelancong luar kota. Lokasinya, dari depan terminal agak masuk sedikit ke lorong perkampungan warga. Namanya Penginapan Bu Rahmad. 

Dengan tarif per malam 50ribu saat tulisan ini di buat, Anda sudah mendapatkan fasilitas kamar dan toilet yang cukup bersih dan nyaman. 

Namun, kembali ke Kalianget relatif susah. Mengingat jarak tempuh, dan minimnya sarana angkut. Apalagi saat malam hari. Pilihan untuk mencari penginapan di sekitar Dermaga Kalianget bisa mungkin dilakukan jika Anda mengambil open trip dengan jasa travel.

Hotel di Kota Sumenep

Bila Anda memutuskan untuk menginap di hotel, Anda hanya bisa menemukannya di Kota Sumenep. Kota Sumenep berada lebih 50 km dari Pulau Gili Labak. Di situ, Anda akan temukan beberapa alternatif hotel dengan pilihan fasilias dan kelas. 

Saat sebelum perjalanan Anda ke Pantai Gili Labak, pastikan Anda sudah pesan hotel di Kota Sumenep dan memstikan transportasi ke arah dermaga.

Ada banyak pilihan hotel dan penginapan di Kota Sumenep. Anda dengan mudah bisa menemukannnya di mesin pencari google. Di situ sudah ada varian tarif dan fasilitas yang sesuai dengan keinginan Anda. 

Rekomendasi Lokal dan Ulasan Pengunjung

Tetap Sopan Selama Traveling

Secara umum, kondisi sosial di sekitar Kota Sumenep hingga Pulau Gili Labak tergolong kondusif. Anda tidak sedang menuju wilayah konflik atau sparatis yang tidak aman. Namun demikian, tetaplah bersikap arif dan santun, mengingat Anda berada di wilayah orang.
 
 
Ida Bagus S.
Ida Bagus S. Ida Bagus S. adalah seorang traveler sekaligus penulis. Sangat menggemari wisata alam sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan panjang. Sebagian besar destinasi wisata alam di Nusantara telah dia jelajahi.

Posting Komentar untuk "Menyibak Pesona Gili Labak, Surga Tersembunyi Di Sumenep Jawa Timur"