Apa Yang Dimaksud Dengan Biofuel, Perkembangan, Dan Sejarahnya?


Pengertian Singkat Biofuel

Apa yang dimaksud dengan biofuel? Kamu pasti pernah denger tentang bahan bakar hayati? Nah, jadi biofuel itu jenis bahan bakar yang dibuat dari bahan-bahan organik, kayak tumbuhan, sisa-sisa pertanian, dan biomassa gitu.

Biofuel Sudah Ada Sejak Jaman Kuno

Setelah paham dengan apa yang dimaksud dengan biofuel, kamu juga harus ngerti sejarahnya. Sejarah biofuel sebenernya sudah ada dari jaman dulu, pas manusia pertama kali sadar kalo bahan organik bisa jadi sumber energi. Waktu itu, mereka menggunakan biofuel dalam bentuk yang simpel, misalnya kayu bakar dan bahan biomassa buat ngasih panas dan masak-masak.

Tapi kalo kita bahas tentang penggunaan biofuel dalam skala besar dan lebih terorganisir, itu dimulai di abad ke-19. Di masa itu, orang-orang udah mulai pake minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar buat lampu minyak di beberapa negara, kayak Prancis dan Inggris.

Terus, masuk abad ke-20, penggunaan biofuel semakin canggih dan maju. Manusia nemu teknologi yang lebih mutakhir. Di tahun 1900-an, bioethanol mulai diproduksi dalam jumlah besar dari sumber karbohidrat, kayak tebu, jagung, dan sorghum, buat dipakai di industri kimia dan juga sebagai bahan bakar.

Jadi, seiring berjalannya waktu, biofuel makin populer dan berkembang terus. Gak heran, karena ini adalah langkah terobosan buat ngurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil. Lagian, ini juga jadi solusi yang ramah lingkungan, kan bisa pakai bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita. Tapi meskipun begitu, masih banyak masyarakat awam yang belum ngerti apa yang dimaksud dengan biofuel.

Perhatian Serius Manusia Modern pada Biofuel

Di masa Perang Dunia II, kebutuhan akan bahan bakar fosil naik gila-gilaan, dan akhirnya orang-orang mulai nyari alternatif, yaitu biofuel. Nah, salah satu jenis biofuel yang populer saat itu adalah biodiesel, yang dipakai buat nggantiin bahan bakar diesel yang langka.

Tapi, sebenernya penggunaan biofuel dalam skala gede baru mulai diperhatiin serius di tahun 1970-an, pas lagi krisis minyak. Saat itu, banyak negara lagi nyari energi alternatif yang lebih lestari dan ramah lingkungan. Setelah itu, pengembangan biofuel terus berkembang dengan kemajuan teknologi dan penemuan baru.

Di tahun 1990-an, biofuel makin luas digunain di berbagai negara, dan di awal abad ke-21, banyak negara udah mulai menerapin kebijakan dan aturan yang mendukung penggunaan biofuel dalam skala besar. Dari sini apakah kamu sudah paham dnegan apa yang dimaksud dengan biofuel?

Perkembangan Penelitian Biofuel

Sejak awal ditemuin sampai sekarang, penelitian dan inovasi terus dilakuin buat ngembangin biofuel, entah itu biar produksinya lebih efisien, ngurangin dampak lingkungan, atau eksplorasi bahan baku baru. Penggunaan biofuel terus berkembang jadi salah satu solusi buat energi yang berkelanjutan dan ngurangin ketergantungan kita sama bahan bakar fosil.

Pengembangan biofuel juga nggak berhenti sampai di situ aja, masih banyak penelitian dan inovasi yang dilakuin buat bikin produksi biofuel makin bagus dan bahan bakunya makin beragam. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak banget terobosan yang dicapai di industri biofuel. Salah satunya adalah produksi bioethanol dari selulosa, yang juga disebut selulosic ethanol.

Metode ini memungkinkan kita pakai limbah biomassa, kayak jerami, serat kayu, dan sisa-sisa tanaman, sebagai bahan bakunya bioethanol. Jadi, masalah persaingan pangan bisa diatasi, dan sumber daya yang dulunya dianggep sampah bisa dimanfaatin dengan baik. Selain itu, lagi ada penelitian juga buat bikin biofuel dari mikroalga.

Mikroalga itu organisme kecil yang bisa tumbuh dengan cepet dan punya banyak minyak nabati di dalamnya. Potensi mikroalga sebagai bahan baku biofuel lagi dipelajari untuk bikin biodiesel yang lebih efisien dan lestari.

Tantangan Terhadap Pengembangan Biofuel

Meskipun biofuel lagi serius dikembangin, tapi ada juga tantangan yang harus dihadapin. Salah satunya soal keberlanjutan dan dampak lingkungan dari produksi biofuel yang masif. Kan kalau lahan pertanian banyak yang dipakai buat tanaman biofuel, bisa-bisa hutan ilang, habitat binatang terancam, dan keanekaragaman hayati makin menurun.

Jadi, penting banget buat ngembangin praktik pertanian yang berkelanjutan dan pastiin kalo produksi biofuel gak bikin lingkungan menderita. 

Jenis-jenis Biofuel

Ada beberapa jenis biofuel: 

Bioetanol

Yang pertama, ada bioetanol. Dibuat dari fermentasi gula yang ada di tanaman seperti tebu, jagung, dan sorghum. Bioetanol bisa digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin bensin, baik sebagai campuran atau langsung. 

Salah satu negara yang jadi produsen bioetanol terbesar di dunia adalah Brasil. Mereka pakai tebu sebagai bahan bakunya. Data dari Badan Energi Nasional Brasil (ANP) menunjukkan kalau di tahun 2020, produksi bioetanol di Brasil mencapai sekitar 34 miliar liter. Di Brasil, bioetanol banyak digunakan buat bahan bakar kendaraan dalam bentuk E27, yang artinya campuran 27% bioetanol sama bensin.

Tren penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan juga lagi naik dalam beberapa tahun terakhir. Data dari International Energy Agency (IEA) nyebutin kalo di tahun 2019, total konsumsi bioetanol di seluruh dunia mencapai sekitar 108 miliar liter. Amerika Serikat jadi produsen dan pengguna bioetanol terbesar, diikuti oleh Brasil dan Eropa. Menurut Renewable Fuels Association (RFA), di tahun 2020, Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 59 miliar liter bioetanol. Di Amerika Serikat, mereka pakai bioetanol sebagai campuran dalam bensin dengan kandungan bioetanol yang bervariasi, misalnya E10 (10% bioetanol) sama E15 (15% bioetanol). 

Di Eropa juga, penggunaan bioetanol buat bahan bakar kendaraan lagi naik. Menurut European Renewable Ethanol Association (ePURE), di tahun 2020, total konsumsi bioetanol di Uni Eropa mencapai sekitar 5,4 miliar liter. Negara-negara kayak Prancis, Jerman, sama Spanyol jadi pengguna bioetanol terbesar di Eropa.

Selain itu, beberapa negara di Asia Pasifik juga mulai pake bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan. Contohnya, di Thailand, di tahun 2020, produksi bioetanol mencapai sekitar 3,1 miliar liter, dan mereka pake bioetanol E20 (20% bioetanol) sama E85 (85% bioetanol) sebagai bahan bakar.

Biodiesel

Selanjutnya, ada biodiesel yang diproduksi dengan cara mentransesterifikasi minyak nabati, kayak minyak kelapa sawit, kedelai, sama jarak. Biodiesel bisa digunakan di mesin diesel sebagai pengganti solar atau dicampur sama solar.

Amerika Serikat jadi salah satu pengguna biodiesel yang signifikan. Data dari Renewable Fuels Association (RFA) nyebutin kalo produksi biodiesel di Amerika Serikat mencapai sekitar 5,4 miliar liter di tahun 2020. Penggunaan biodiesel di Amerika Serikat didorong oleh Renewable Fuel Standard (RFS), yang mewajibkan penggunaan bahan bakar terbarukan dalam industri transportasi.

Di Eropa, penggunaan biodiesel didorong oleh kebijakan Uni Eropa yang mempromosikan penggunaan bahan bakar terbarukan. Pada tahun 2018, Uni Eropa menerapkan Renewable Energy Directive II (RED II) yang menetapkan target penggunaan bahan bakar terbarukan, termasuk biodiesel, sebesar 14% pada tahun 2030. Beberapa negara di Eropa, seperti Jerman dan Prancis, udah ngadopsi campuran biodiesel sebagai kebijakan nasional mereka.

Sementara itu, di Amerika Selatan, Brasil dan Argentina juga punya peran penting dalam penggunaan biodiesel. Brasil nyebutin kalo biodiesel mereka dipake sebagai campuran bahan bakar diesel dalam bentuk B12 (12% biodiesel), sementara Argentina pake biodiesel dalam bentuk B10 (10% biodiesel).

Harapan Besar Bumi pada Biofuel

Kamu pasti suka kalo lingkungan jadi bersih dan iklim jadi stabil. Nah, biofuel bisa jadi solusinya! Biofuel ini bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibanding minyak bumi. Gimana nggak, emisi gas rumah kaca dari biofuel lebih dikit daripada bahan bakar fosil. Jadi udara jadi lebih seger, iklim jadi lebih enak.

Ngomong-ngomong soal ramah lingkungan, biofuel adalah sumber energi yang terbarukan. Dibuat dari bahan-bahan organik yang bisa diperbaharui, kayak tanaman. Jadi jauh lebih berkelanjutan daripada bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas.

Yang juga positif dari biofuel adalah produksinya yang makin efisien. Teknologi dan proses produksi terus dikembangkan biar jadi lebih berkelanjutan dan nggak kalah saing. Para peneliti juga terus inovatif nyari bahan baku baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan, kayak alga dan biomassa non-pangan. Jadi sudah bukan jamannya lagi bertanya-tanya apa yang dimakasud dengan biofuel.

Perkembangan Biofuel di Indonesia

Nah, tiba saatnya membahas implementasi biofuel di Indonesia. Di Indonesia juga udah mulai banyak pakai biofuel. Salah satunya biodiesel yang biasanya dibuat dari minyak kelapa sawit. Meskipun begitu, masih banyak orang Indonesia yang bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan biofuel.

Di sini, biodiesel dipakai dalam campuran bahan bakar yang namanya Biodiesel 20 alias B20. Artinya, 20% biodiesel dan 80% solar. Jadi udah mulai kurang ketergantungan sama bahan bakar fosil dan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Langkah ini juga mendukung industri kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.

Untuk bioethanol, di Indonesia kita punya kebun tebu yang gede banget. Nah, dari tebu inilah kita bisa buat bioethanol. Salah satu daerah yang produksi bioethanolnya keren banget adalah Jawa Timur. Tahun 2020, produksi bioethanol di Jawa Timur aja udah sampai 600 ribu kiloliter. 

Penggunaan bioethanol juga diaplikasikan dalam Program BBM Satu Harga. Program ngelibatin penggunaan bioethanol sebagai campuran bensin. Ada bioethanol dengan kandungan 3% alias E3 yang udah diperkenalkan pemerintah. Tujuannya buat ngurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan ngurangi emisi gas rumah kaca. 

Selain itu, pemerintah kita juga dukung banget penggunaan Bahan Bakar Campuran Beretanol (BBCE). BBCE ini bahan bakar yang campurannya bensin sama bioethanol dengan kandungan bioethanol yang lebih tinggi, misalnya E10 (10% bioethanol) dan E20 (20% bioethanol). 

Jadi, pemerintah kita lagi berusaha banget buat tingkatin penggunaan BBCE sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan produksi bioethanol tahun 2020 udah nyampe 290 ribu kiloliter. Sedangkan konsumsinya udah sampe 770 ribu kiloliter, kebanyakan dipake buat bahan bakar etanol E3 sama BBCE.


Agus Permana
Agus Permana Agus Permana adalah seorang jurnalis yang sudah malah melintang di sejumlah media nasional. Pernah lama berkair pada sejumlah media televisi dan media cetak nasional. Menjalani peliputan ringan hingga berat. Saat ini Agus Permana memilih fokus menekuni media daring.

Posting Komentar untuk "Apa Yang Dimaksud Dengan Biofuel, Perkembangan, Dan Sejarahnya?"