12 Prinsip Kimia Hijau dan Permasalahannya yang Wajib Kamu Tahu


Kamu sedang mencari 12 Prinsip Kimia Hijau dan permasalahannya? Tenang! Pada artikel ini, kita akan membahasnya secara lengkap dan terperinci. Seperti yang kita tahu, kimia hijau merupakan istilah untuk penggunaan dalam rangka melindungi lingkungan dari bahaya dan memberikan manfaat kesehatan. 

Kimia hijau juga bisa diartikan sebagai gerakan untuk menemukan bahan kimia, yang tidak berbahaya untuk mendukung industri yang lebih bersih dan lebih hijau. Istilah tersebut awalnya diciptakan untuk merujuk pada cara-cara, dalam mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, sekaligus memungkinkan industri untuk memproduksi barang dan jasa secara efektif dan efisien.

12 Prinsip Kimia Hijau dan Permasalahannya yang Wajib Kamu Tahu

Selain itu, hal ini juga dianggap sebagai bagian integral dari program komprehensif untuk melindungi kesehatan manusia dan rumah mereka di seluruh dunia. Memang, secara historis, kegiatan industri, kesehatan, dan pertanian telah menghasilkan bahan kimia berbahaya, dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, dengan adanya kimia hijau, hal itu bisa membantu menciptakan polusi yang cukup berbahaya, menurut sebuah situs tepercaya. Dan alasan utama kita membutuhkan kimia hijau adalah karena kontaminan ini ada di hampir setiap aspek kehidupan yang melibatkan produk-produk ini. 
Pengembangan produk yang dihasilkan telah menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan baru, serta dampak lain yang belum sepenuhnya dipahami. Buku IPA Kelas X (2021) menyatakan bahwa konsep tersebut dapat diterapkan pada upaya pembangunan berkelanjutan.

Penerapannya harus selalu mempertimbangkan pilihan yang lebih aman dan lebih baik dalam hal bahan dan proses kimia. Sebagai contoh, penggunaan chlorofluorocarbon (CFC) pada sistem pendingin ruangan mulai dihapuskan dan digantikan dengan chlorofluorocarbon (HCFC) dan hydrofluorocarbon (HFC) yang lebih aman bagi lapisan ozon bumi.

Bagi yang belum tahu, istilah "kimia hijau" digunakan pada awal tahun 1990-an setelah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) mengumumkan Undang-Undang Pengendalian Polusi. Sejak saat itu, istilah ini semakin banyak digunakan di bidang perlindungan lingkungan dan penelitian akademis.

Bahkan, pada tahun 1997, University of Massachusetts, Boston mendirikan program doktoral dengan nama tersebut.

12 Prinsip Kimia Hijau

Karena perubahan iklim global dan masalah kesehatan lingkungan, penting untuk mempertimbangkan cara-cara baru untuk mengurangi dampak negatif industri terhadap alam. Salah satunya adalah penerapan prinsip-prinsip kimia hijau. Dan seperti yang kita janjikan di atas, kita akan memberikan kamu penjelasan tentang 12 prinsip kimia hijau. Jika sudah penasaran? Langsung saja lihat ulasannya di bawah ini.

1. Pencegahan

Pencegahan menghindari penggunaan zat-zat berbahaya, sebelum zat-zat tersebut masuk ke dalam siklus produksi. Namun masalahnya, masih banyak perusahaan yang menggunakan zat-zat berbahaya seperti logam berat dan zat beracun lainnya. Solusinya adalah mencari alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.

2. Desain atomik

Prinsip kedua adalah desain atomik. Prinsip ini berfokus pada penggunaan bahan yang lebih sederhana yang aman dan tidak beracun. Masalahnya, bagaimanapun, adalah bahwa banyak produk masih menggunakan bahan yang kompleks dan tidak dapat terurai. Solusinya adalah dengan mengembangkan teknologi baru yang dapat menghasilkan bahan yang lebih sederhana dan lebih mudah terurai.

3. Penggunaan pelarut yang ramah lingkungan

Prinsip ketiga adalah mengurangi penggunaan pelarut yang berbahaya, dan beralih ke pelarut yang tidak membahayakan keberlanjutan. Masalahnya, masih banyak pelarut yang masih mahal dan sulit diperoleh. Solusinya adalah mengembangkan pelarut baru yang lebih murah dan lebih mudah didapat.

4. Pedoman penggunaan bahan baku terbarukan

Prinsip keempat adalah mendorong penggunaan sumber daya terbarukan seperti biomassa dan sampah organik. Masalahnya, bagaimanapun, adalah bahwa banyak perusahaan masih lebih memilih bahan bakar fosil yang lebih murah, dan lebih mudah ditemukan. Solusinya adalah menciptakan insentif dan kebijakan yang mendorong perusahaan untuk beralih ke sumber daya terbarukan.

5. Katalis yang berkelanjutan

Prinsip kelima adalah menggunakan katalis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk memfasilitasi reaksi kimia. Namun masalahnya, banyak katalis yang berbahaya masih digunakan dalam industri. Solusinya adalah mengembangkan katalis baru yang lebih baik dan lebih efisien.

6. Desain produk yang lebih aman

Mengembangkan produk yang aman sangat penting karena banyak produk yang masih mengandung zat beracun yang membahayakan kesehatan manusia dan alam sekitarnya. Apapun solusinya, kembangkanlah produk baru yang lebih aman dan lebih ramah terhadap kehidupan.

7. Penggunaan energi yang efisien

Prinsip ketujuh adalah mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi energi dalam produksi. Masalahnya, banyak perusahaan yang masih menggunakan sumber bahan bakar fosil yang tidak memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan. Solusinya adalah beralih ke sumber energi terbarukan dan mengembangkan teknologi baru yang lebih efisien.

8. Kurangi limbah

Prinsip kedelapan adalah mengurangi limbah dan meminimalkan dampaknya. Masalahnya, banyak perusahaan yang masih membuang limbah berbahaya ke lingkungan alam sekitar, tanpa pengolahan terlebih dahulu. Solusinya terletak pada pengenalan teknologi pembuangan limbah yang lebih efektif.

9. Rekayasa proses yang lebih baik

Prinsip kesembilan adalah mengembangkan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Masalahnya, bagaimanapun juga, banyak perusahaan yang masih menggunakan teknologi yang sudah ketinggalan zaman dan tidak efisien. Solusinya adalah mengembangkan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien.

10. Menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan

Prinsip kesepuluh adalah mengurangi dampak lingkungan dari kemasan dengan menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Namun masalahnya, masih banyak perusahaan yang menggunakan kemasan plastik yang tidak tahan lama. Solusinya adalah mengembangkan kemasan baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih mudah dibongkar pasang.

11. Membangun Komunitas

Prinsip kesebelas adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kimia hijau dan dampaknya terhadap lingkungan. Masalahnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya green chemistry dan dampak negatif industri ini terhadap lingkungan. Solusinya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan program pendidikan.

12. Kerjasama

Prinsip terakhir adalah bisnis, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Masalahnya, banyak perusahaan yang masih memikirkan keuntungan semata tanpa mempertimbangkan dampak negatif terhadap lingkungan. Solusinya adalah membangun kemitraan yang lebih kuat antara bisnis, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Kesimpulan 

Selesai sudah penjelasan kita tentang 12 prinsip kimia hijau, masalah yang terkait, dan solusinya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kimia hijau, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh industri terhadap lingkungan. 

Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini bumi kita memang sedang tidak baik-baik saja. Adanya limbah dan polusinya yang tiap harinya mengontaminasi lingkungan, maka jangan heran jika sudah banyak penyakit dan virus baru yang bermunculan.

Terakhir, semoga ulasan ini bisa memberikan kamu tambahan pengetahuan dan juga bisa bermanfaat. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Agus Permana
Agus Permana Agus Permana adalah seorang jurnalis yang sudah malah melintang di sejumlah media nasional. Pernah lama berkair pada sejumlah media televisi dan media cetak nasional. Menjalani peliputan ringan hingga berat. Saat ini Agus Permana memilih fokus menekuni media daring.

Posting Komentar untuk "12 Prinsip Kimia Hijau dan Permasalahannya yang Wajib Kamu Tahu"