Maskapai Super Air Jet Milik Siapa?


Super Air Jet, sebuah maskapai penerbangan yang makin terkenal akhir-akhir ini, telah menarik perhatian dunia kedirgantaraan Indonesia. Maskapai ini menawarkan konsep perjalanan udara dengan biaya rendah atau atau Low Cost Carrier, dengan capaian penerbangan jarak pendek sampai menengah. Akan tetapi, beberapa orang ada belum tahu dan masih bertanya-tanya, sebeneranya maskapai Super Air Jet milik sebetulnya dari maskapal Super Air Jet milik siapa.

Maskapal Super Air Jet bernaung di bawah PT Kabin Kita Top, yang menggenggam 99,8 % atau sekitaran 998 ribu lebar saham Super Air Jet. Sisanya, 0,1 % dipunyai Rudy Lemingkewas dan Achmad Hasan. Rudy ialah Presiden Direktur Lion Air Grup, sedangkan Hasan terdaftar sebagai Direktur Marketing Lion Air Grup.

Dibalik semuanya, bos dari PT Kabin Kita Top rupanya benar-benar berkaitan dengan Lion Air Grup. Perusahaan ini dipunyai oleh anak-anak Rusdi Kirana, Bos Besar Lion Air Grup, yakni Farian Kirana dan Davin Kirana. Farian bertindak selaku direktur, sedangkan Davin sebagai komisaris. Data yang lain memperlihatkan keterkaitan Lion Air Grup pada perusahaan yang berdiri pada Desember 2019 ini ialah bukti jika pada Februari 2021 Rusdi Kirana disebut awalnya pernah menggulirkan dana kurang dari Rp 528 miliar ke Super Air Jet. Meskipun di suatu kesempatan pihak Kabin Kita Top akui tidak ada jalinan di antara Lion Air Grup dengan Super Air Jet.

Pihak Super Air Jet memandang kapasitas besar dalam industri penerbangan lokal dan yakin jika Super Air Jet bisa menjadi satu diantara pemain inti di pasar ini. Hal ini tidak terlepas dari keadaan geografis Indonesia yang berwujud kepulauan atau archipelago. Super Air Jet ambil kesempatan itu dengan memusatkan service penerbangannya untuk membawa penumpang dari pulau ke pulau. Jalur perdana saat pertama kalinya mengudara Pada 6 Agustus 2021 perusahaan ini sah mengudara dengan jalur pertamanya ialah Batam, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, dan Pontianak.

Super Air Jet mempunyai kode penerbangan IU. Sertifikat Operator Udaranya didapatkan dari Kementrian Perhubungan pada 30 Juni 2021, lebih satu bulan sebelum mulai melakukan operasi resminya.

Jumlah Pesawat Super Air Jet

Saat pertama kalinya beroperasi pada Agustus 2021, Super Air Jet cuma mempunyai 3 unit pesawat model Airbus A320 yang dapat menampung 180 penumpang. Pertengahan 2022, jumlah unitnya bertambah jadi 31, dengan model unit A320-200. Pihak perusahaan menarget untuk melipatgandakannya jadi 61 unit di akhir 2022.

Harga Tiket Super Air Jet

Harga Tiket Super Air Jet berkisar di antara Rp 700 sampai Rp 800 ribuan, tergantung jalur. Untuk memperjelasnya Anda dapat mengakses beberapa platform penyuplai tiket, misalkan https://www.tiket.com/pesawat/maskapai/super-air-jet

Penampilan Pramugari yang Tidak Biasa

Bila umumnya Anda menyaksikan pramugari di beberapa maskapai berhias dengan baju yang cenderung seksi pada bagian bawahan, beda hal dengan pramugari Super Air Jet. Seragam pramugari Super Air Jet memakai celana panjang untuk bawahan, dengan warna krim polos seperti seragam khaki. Ini membuat mobilisasi pramugari jadi lebih luwes dan gampang dalam bergerak.

Tambahan Jalur Super Air Jet

Pada Mei 2023, maskapai Super Air Jet menambahkan satu lagi jalur baru, yakni Jakarta-Makasar-Ternate. Salah satu pemikiran dari pengambilan rute Super Air Jet ialah daerah-daerah yang mempunyai tempat liburan menarik. Tak ayal, pada harga tiket yang relatif murah, menyambungkan antar pulau serta kota berwisata menarik, Super Air Jet menarget pelanggan paling besarnya ialah para milenial yang suka traveling.

Permasalahan Penerbangan Super Air Jet

Melihat dari peruhasaan penerbangan yang membuntutinya, Lion Air, nampaknya Super Air Jet pun tidak dapat terlepas dari permasalahan operasional penerbangan. Belum genap 2 tahun beroperasi, Super Air Jet telah dikeluhkan pelanggannya. Dalam rute perjalanannya tanggal 21 Maret 2023 dari Bali ke Jakarta, para penumpang Super Air Jet harus tersiksa karena mau tak mau melakukan penerbangan tanpa pendingin ruang atau AC. Pikirkan saja, beberapa penumpang meredam panas sepanjang lebih kurang 1,5 jam, beberapa bahkan juga ada yang menangis. Waktu itu, beberapa media ramai mengabarkan bila pesawat dengan kode penerbangan UI-737 itu mengalami masalah tehnis.Perusahaan penerbangan yang masih seumur jagung itu selanjutnya mendapatkan peringatan dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara.
Pihak Super Air Jet lewat Direktur Utamanya, Ari Azhari, membela diri dengan  mengeklaim pihaknya sudah melakukan proses pra perjalanan saat sebelum pesawat betul-betul tinggal landas. Mulai dengan pengujian mekanisme, bahan bakar, termasuk didalamnya memeriksa kesehatan pendingin ruang. Maknanya, matinya AC tidak berlangsung saat sebelum pesawat betul-betul berangkat.
Agus Permana
Agus Permana Agus Permana adalah seorang jurnalis yang sudah malah melintang di sejumlah media nasional. Pernah lama berkair pada sejumlah media televisi dan media cetak nasional. Menjalani peliputan ringan hingga berat. Saat ini Agus Permana memilih fokus menekuni media daring.

Posting Komentar untuk " Maskapai Super Air Jet Milik Siapa?"